News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

2) ONTOLOGI POLITIK RIZA FALEPI : CERDAS,INOVATIF DAN RENDAH HATI MEMBUAT IA TERPUJI

2) ONTOLOGI POLITIK RIZA FALEPI : CERDAS,INOVATIF DAN RENDAH HATI MEMBUAT IA TERPUJI



Catatan: Pinto Janir (Satrawan)



Riza ingin total membangun kampung halamannya, Payakumbuh. Selama menjadi anggota DPD, Riza semakin dekat di hati orang banyak. Orang banyak, mulai dari cadiak –pandai, alim ulama, ninik mamak, pemuka masyarakat, dan bundo kanduang di kota Payakumbuh meminta kesediaan Riza menjadi walikota. 


Riza tak mampu mengelak permintaan sebagian besar orang kampungnya yang sangat menginginkan Riza menjadi walikota di kota ini. Alhasil, dapat dipastikan, dengan penuh rasa cinta, Riza terpilih menjadi walikota. 


Sejak saat itu, pikiran inovatif Riza dalam membangun kota yang ia cintai seakan tak terhambat. Ia melaju dengan pikiran-pikiran cerdas di ruang kemajuan pendidikan,kemajuan ekonomi, kemajuan perdagangan, kemajuan pembangunan sarana dan prasarana dan kemajuan pengairan (irigasi). 


Riza itu, Riza yang mau mendengar. Riza itu, Riza  yang mau menyimak. Riza yang sangat menghargai pendapat publik. Riza yang sangat intuitif. Riza yang selalu “saciok bak ayam dan sadanciang bak basi” dengan masyarakatnya. 


Sehebat-hebat orang, kalau ia tinggi hati—kalau ia sombong, kalau ia sudah merasa besar sendiri—kalau ia sudah merasa hebat sorang—kalau ia sudah enggan mendengar kata orang; maka niscayailah, kehebatannya tak akan bertahan lama. Ia akan kalah dan hancur oleh kesombongannya sendiri. 


Sebaliknya, orang hebat yang rendah hati, maka kehebatannya akan lestari dan terpatri di hati. Begitulah Riza Falepi. Kehebatannnya , agaknya tak akan pernah terhentikan karena  niatnya yang tulus di dikerendahanhatinya yang terpuji. 


Riza itu sahabat bagi orang banyak. Kecerdasan budayanya matang. Sebagai seorang datuk, ia tempat bertanya bagi anak kamanakannya. Sebagai seorang pemimpin, ia tempat berteduh bagi masyarakatnya. 


Pengetahuan  dan gerakan kebudayaan yang ia lakukan sungguh membuat kota ini senantiasa terjaga dalam seni, adat dan budaya. Ruang-ruang pikiran para muda kota ini terbuka bagai citra kreativitas yang mencerminkan bahwa kota ini adalah kota kreatif. 


Ia dekat dengan banyak kalangan. Pintu hatinya terbuka pada siapa saja yang hendak berdialog atau berdiskusi soal kemajuan kota. Literasinya hidup. Kecerdasan sosialnya mantap. Pandai bergaul dan santiang membuka dan menciptakan jaringan positif untuk kemajuan kota. Ia piawai menempatkan diri bagai jembatan indah antara ranah dan rantau. 


Riza adalah ontologi elegan kepemimpinan yang pernah ada...

(Bersambung) 


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar