News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

4) ONTOLOGI POLITIK RIZA FALEPI : ERWIN YUNAZ PENDAMPING CERDAS PEMBANGUNAN MELUAS !

4) ONTOLOGI POLITIK RIZA FALEPI : ERWIN YUNAZ PENDAMPING CERDAS PEMBANGUNAN MELUAS !

 



Catatan: Pinto Janir (Sastrawan)

 

 

Wajah kota Payakumbuh makin tambah jelita saja sejak kota ini dipimpin duet serasi Riza Falepi dan Erwin Yunaz. Erwin Yunaz pendamping yang cerdas. Mereka makin lekat dan dekat di hati rakyat.

 

 

Pemerintah Kota Payakumbuh akan melanjutkan rencana pelebaran jalan dan pembangunan pedestrian di jalan utama, yakni Jalan Sudirman dan Jalan Soekarno-Hatta.Ruas jalan yang akan dilebarkan kurang lebih seluas 3,5 meter. Anggarannya  Rp2,6 miliar. Pengerjaan di tahun 2020 yang lalu merupakan tahap pertama dan akan dilanjutkan pada 2021 ini.

 

 

Riza walikota yang berpikir dan berlaksana untuk kebutuhan masyarakatnya. Tiap pembangunan tampaknya tak hanya untuk mempercantik wajah kota, tapi juga berdampak bagi kemajuan ekonomi masyarakat. Nantinya, pedestrian ini akan dilengkapi dengan taman, tempat duduk, ruang terbuka dan beberapa titik yang dijadikan sebagai tempat kuliner.

 

Ternyata tidak hanya pelebaran jalan dan pembangunan pedestrian, pada saat yang bersamaan juga dilakukan perbaikan drainase dan instalasi kabel listrik di bawah tanah.

 

Payakumbuh akan menjadi kota cantik, modern dan nyaman. Secara berangsur-angsur, tonggak-tonggak listrik akan lenyap di jalan utama kota, karena kabel-kabel listrik ditanam di bawah tanah.

 

Wajah kota Payakumbuh wajah kota berjuta kecerdasan. Lihatlah betapa hebatnya pembangunan pendidikan di kota Payakumbuh. Seakan kota ini mampu mengembalikan kejayaan pendidikan Minangkabau dengan prestasinya yang membanggakan bagi kita semua.  

 

Kota Payakumbuh nyaris menjadi langganan medali OSN. Tercatat,   80 sd 90 % siswa-siswi sekolah negeri diterima di Perguruan Tinggi Negeri.

 

PAYAKUMBUH MEMANJAKAN MASYARAKATNYA

 

Pada abad digital ini, kota Payakumbuh menandai kotanya dengan memberikan kemudahan dan ramah layanan kepada masyarakatnya. Sejak setahun lalu, seluruh pelayanan perizinan di Kota Payakumbuh berangsur-angsur dipindahkan ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Payakumbuh . “ Masyarakat tak boleh kita sulitkan. Dengan kemajuan teknologi, mereka kita mudahkan dalam layanan publik”, ujar Riza.

 

Kota ini agaknya ‘mengharamkan’ pengurusan perizinan yang berbelit-belit !

 

Segala layanan publik  terintegrasi dalam satu tempat sesuai dengan semangat dari Mal Pelayanan Publik (MPP).

 

Pandemi Covid-19 mengakibatkan krisis ekonomi di mana-mana. Ini adalah sebuah fakta! Begitu juga dengan kota Payakumbuh, Covid 19 berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi kota.  Hasil proyeksi provinsi Sumatera Barat pertumbuhan ekonomi di Kota Payakumbuh tahun 2020 diperkirakan hanya sebesar 1,18 persen dalam asumsi ekonomi, sementara pada tahun 2019 adalah 5,92 persen.

 

Walau begitu, tampaknya Payakumbuh tak ingin menyerah di tangan pandemi. Ekonomi tak boleh berhenti karena Covid19.  Pada sisi lain, ekonomi tak boleh lumpuh. Protokol kesehatan tetap menjadi budaya di tengah kehidupan ekonomi kita.

 

Ya, begitulah.

 

Sosok Riza dan sosok Erwin Yunaz adalah dua sosok yang “bersejarah” di tengah pembangunan kota Payakumbuh. Pada tahun 2022, Riza akan mengakhiri masa kepemimpinannya. Sementara, pembangunan tak boleh berhenti dengan habisnya kepemimpinan Riza kelak. Pembangunan harus berkelanjutan. Pondasi gagah yang telah dibangun Riza mesti tambah kokoh dan tambah kuat untuk kesejahteraan masyarakat semua.

 

Saya yakin, Erwin Yunaz dan segala pikiran kemajuannya suatu saat akan membuat kota ini menjadi kota cerdas dengan segala kemajuannya mengikuti kecanggihan teknologi yang tak terelakkan, namun tetap berbasis kebudayaan atau berkearifan lokal !

 

Lalu, apa yang hendak saya sampaikan?

 

Setahun yang lalu, dengan membaca pergerakan pembangunan di kota Payakumbuh, terdoktrin di ruang pikiran saya, sekiranya suatu saat nanti gubernur Sumatera Barat ‘ ke depan’ seperti sosok Riza, tentulah provinsi ini akan berkemajuan di banyak ruang.

 

Saya menyimak pikiran Riza. Saya juga menyimak kesungguhan Riza. Saya juga menyaksikan betapa Riza adalah tipikal pemimpin yang lekas tanggap terhadap apa yang dibutuhkan oleh masyarakatnya. Dalam bahasa politis, ia sosok yang peduli umat.

 

Saya pernah  berharap dan berdoa semoga  PKS mengusung Riza menjadi calon Gubernur Sumbar. Tapi harapan saya tak selaras fakta politik. PKS mengusung buya Mahyeldi. Semangat politik saya ‘patah’. Sejak itu saya lebih banyak bersunyi-sunyi ketimbang mengikuti perkembangan politik di Pilkada Sumbar 1 yang telah berlalu yang menghasilkan kemenangan untuk Buya Mahyeldi dan Audi. Saya lebih peduli mengikuti perkembangan politik ‘kelas’ kabupaten’ Agam. Saya mendukung DR Andriwarman dan Irwan Fikri. Akhamdulillah, AWR,IF menang. Saya bahagia.

 

Ini hari, saya ucapkan selamat untuk buya Mahyeldi-Audi.

 

Namun begitu, saya yakin, Riza Falepi akan tercatat di tinta sejarah pembangunan kota Payakumbuh.

 

Pada tanggal 17 Desember yang lalu, kota ini berulang tahun. Saya ucapkan selamat ulang tahun untuk kota ini.

 

Sebagai sikap apresiatif kepada Riza Falepi dan Erwin Yunaz, saya pernah menggambarkan pembangunan kota Payakumbuh ke dalam 10 lirik lagu yang saya persembahkan kepada kota ini, sebagai kado ulang tahun untuk kota yang hebat dengan pemimpin cerdas yang santun yang suka melepaskan orang banyak dari segala jerat kesusahan !

 

Riza Falepi, di mata dan pikiran saya ia adalah salah seorang walikota yang melegenda!\

 

Saat ini saya sudah plong. Sudah bisa menulis lagi...!

 

Sebelum tulisan ini saya habisi, saya ingin menuliskan tentang cipta,rasa dan karsa . Adalah; banyak orang cerdas, orang pintar yang jago dalam strategi memenuhi kebutuhan orang banyak dengan segala program cipta,rasa dan karsanya. Namun, hanya sedikit sekali yang pintar menciptakan dan membuat strategi penggambaran diri. Ia abai dalam politik “citra diri” karena ia sibuk dengan politik citra untuk memenuhi ruang kebutuhan umum dengan segala manfaatnya yang terontologi!

 

Saya teringat pada ucapan seorang Bung Karno, banyak kerja, banyak bicara!

 

Bila bicara tentang hidup yang rahmatan lil alamin, itu tak ada batasnya; kecuali kematian !

 

Untuk berbuat baik dengan penuh kemanfaatan bagi umat tidak harus menunggu jadi anggota dewan, tidak harus menunggu jadi walikota, jadi bupati dan tak harus menunggu jadi gubernur...

 

Kita manusia adalah kita yang berpotensi menjadi pencipta dan mesin bagi sejarah !

Ciptakan sejarah kebaikan di atas dunia, biar dikenang sepanjang masa.

 

Halo Riza dan halo Erwin Yunaz...teruskan. (Habis)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar