News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

FILSAFAT DERI ASTA

FILSAFAT DERI ASTA




Catatan: Pinto Janir (Sastrawan)

Saya sangat menyegani kota ini. Mengapa? Karena kota ini adalah salah satu 

“Kota Pikiran” yang melahirkan orang-orang berpikir yang namanya terukir di dinding riwayat bangsa yang tak lenyap disapu zaman. 

Saya sangat mengagumi kota ini karena dari sini lahir seorang “penghulu” pers yang memberi warna terhadap dunia jurnalistik Indonesia. Ia; Djamaluddin Adinegoro. Pikiran-pikiran Adinegoro tentang  kepandaian jurnalistik hingga kini tetap menjadi inspirasi pers nusantara. Adinegoro wartawan terkemuka dari Sawahlunto ini adalah seorang jurnalis dalam spirit kecerdasan sosial yang selalu memberikan pikiran-pikiran jurnalistik untuk Indonesia. 

Kota ini layak, pantas dan patut menyandang gelar “kota jurnalis”. Dari kota ini semangat jurnalistik mengalir dengan anggun dan cantik !

Saya sangat menghormati kota ini, karena dari sini lahir tokoh bangsa yang berpikir dan berjiwa besar, yakni Muhammad Yamin. 

Prof. Mr. Mohammad Yamin, S.H. lahir di Talawi, Sawahlunto, Sumatra Barat, 24 Agustus 1903 – meninggal di Jakarta, 17 Oktober 1962 pada umur 59 tahun. Ia adalah sastrawan, sejarawan, budayawan, politikus, dan ahli hukum. Ia  pahlawan nasional Indonesia. Muhammad Yamin  salah seorang perintis puisi modern Indonesia dan ia pelopor Sumpah Pemuda . Yamin dan Adinegoro masih bersaudara.Mereka berdua berdunsanak. 

Muhammad Yamin dan Adinegoro adalah dua tokoh kebanggaan kita yang memberi hawa keindahan dalam pikiran sastra untuk bangsa. 

Dan menurut saya, kota ini pantas dianugerahi sebagai “ kota sastra”. 

“ Industri yang tak pernah kering itu adalah industri pikiran !” suatu kali kata ini meluncur dari seorang walikotanya, Deri Asta namanya. 

Saya terpana !

Ia melanjutkan bahasa: “ Minyak bumi atau batubara bila ditambang dan digali secara terus menerus, lama kelamaan, ia akan kering dan habis. Tapi tidak begitu dengan pikiran. Bila pikiran digali dan diasah terus menerus ia akan semakin kuat dan tajam melahirkan gagasan-gagasan yang tak akan pernah kering dan tak akan pernah habis-habisnya. Kita gali pikiran-pikiran cerdas di kota ini untuk kebahagiaan hidup bersama di ruang kesejahteraan di langit terang kehidupan kita !”


Deri Asta, walikota muda yang gagah rupa ini melengkapi kebanggaan saya pada kota batubara yang kini bara pertambangannya sudah di ambang redup. Tak lagi ada tambang besar-besaran di sini. 


“ Tambang kita adalah tambang pikiran !” ujar walikota yang sahabat bagi banyak orang.


Wajar saja bila walikota Deri Asta sangat berpihak pada pembangunan ruang pendidikan kita. “ Kota Sawahlunto harus menjadi kota cerdas. Kita bangun pendidikan dengan sangat konsentrasi. Kita sangat yakin, tak ada orang berpikir dan orang cerdas yang miskin. Saya yakin, salah satu cara mengatasi pengangguran dan kemiskinan adalah dengan membangun ruang kecerdasan untuk anak nagari!” kata Deri Asta. 


Deri walikota yang cepat tanggap. Tanggap sosial dan intuisinya sungguhlah tajam. Ia sangat respek pada keadaan sosial dan budaya. 


“ Kita harus kembangkan pola pikir kreatif. Berpikir kreatif untuk pengembangan wisata.Berpikir kreatif untuk pengembangan pertanian.Berpikir kreatif untuk pengembangan pendidikan.Berpikir kreatif untuk melestarikan nilai budaya, adat dan tradisi dan berpikir kreatif untuk membangun kebersamaan di ruang saciok bak ayamn sadanciang bak basi”, ulas Deri yang enggan menghabiskan waktu dengan kata tanpa laksana. 


Ia kutipkan pada saya secarik sajak  WS Rendra: “ Kesadaran adalah matahari, kesabaran adalah bumi, keberanian menjadi cakrawala, dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata”. 

Deri Asta yang saya baca adalah Deri yang bertipikal pekerja keras pekerja cerdas, gila kerja dan santiang bakawan. Ia sahabat yang baik. Ia kawan yang elok. Rendah hati. Kesetiaan sosialnya tinggi. Ia terpuji dalam pergaulan massa. 


Ia seorang pengusaha yang sukses. Ia memasuki dunia politisi bukan semata mengejar kekuasaan dan kekuatan. Dunia politik baginya adalah dunia untuk menjadikan kekuasaan sebagai suluh yang memberi terang di jalan yang redup dan sebagai matahari yang memberi cahaya di siang yang cerah. “ Politik adalah jalan untuk menyebarkan kebaikan dan kebahagiaan untuk masyarakat. Kekuatan adalah jalan untuk menegakkan keadilan dan pikiran kebaikan. Hakikat hidup adalah ibadah, hakikat politik adalah membawa kebaikan dan kabar kegembiraan yang memberi kebahagiaan “, ujar Deri yang sangat asik diajak berdialog di ruang pikiran berkatalog. 


“ Ungkapan berdata hati dan rasa,sedangkan kebijaksanaan bertimbang fakta dan data. Sementara kearifan bertimbang rasa dan akal dalam pemahaman bertimbang pengertian-pengertian”, ucap Deri Asta yang kebijaksanaannya selaras budaya dan kearifan. 


Konsep hidup Deri adalah merangkul. 


“ Untuk apa saling memukul kalau itu hanya akan menciptakan luka di ruang massa? Hidup itu adalah kedamaian dan kesejukan di ruang hati yang bahagia. Mari kita dekatkan diri pada kabar-kabar baik yang membahagiakan. Bukan pada kabar-kabar buruk yang menakutkan. Kabar baik adalah kekuatan, kabar buruk adalah keruntuhan. Pada saat sekarang ini, di dunia yang berpandemi mari kita dekatkan diri pada perbuatan-perbuatan kebajikan yang menciptakan kebahagiaan dan kegembiraan. Pada hati yang bahagia terdapat imun tubuh yang kuat !” ujar Deri Asta walikota yang suka pada seni dan elok pada kebijaksanaan. 


Dari kotanya, Deri ingin menjemput kembali kejayaan sastra nusantara dari Sawahlunto untuk Indonesia. 


Dan apa saja program-program cerdas Deri untuk membawa kota Sawahlunto menjadi kota tak terlupakan? 


Selamat melaksanakan pikiran duhai Deri Asta. Semoga penuh berkah !


Salam sastra .


Bukittinggi 12012021





Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar